Desain Canopy Membrane Bandung Zoo Berbentuk Elang Jawa

Dibuat: March 5, 2020 | Terakhir Diperbarui: June 27, 2026

Canopy membrane Bandung Zoo bukan sekadar atap peneduh. Sejak dipasang pada akhir 2019, struktur tensile membrane di area ticketing Bandung Zoological Garden ini menjadi elemen visual pertama yang menyambut setiap pengunjung — bahkan sudah terlihat dari jalan raya sebelum mereka memasuki area kebun binatang.

Perubahan Bandung Zoo menjadi Bandung Zoological Garden memang tidak hanya dari namanya. Renovasi besar-besaran dilakukan menyeluruh — dari penambahan koleksi satwa, pembenahan fasilitas dalam, hingga transformasi total area eksterior termasuk zona ticketing. Di sinilah Mortent mendapat kepercayaan untuk menghadirkan canopy membrane yang tidak hanya fungsional, tetapi juga berperan sebagai ikon visual kawasan.

konsep design canopy bandung zoo

Tantangan: Dari Karya Seni Bidang ke Karya Seni Bentuk

Bagi tim Mortent, proyek canopy membrane Bandung Zoo adalah pengalaman yang berbeda dari proyek-proyek sebelumnya. Sebagai aplikator yang selama ini terbiasa mengerjakan struktur membrane berbentuk bidang — hypar, conic, curve, shade sail — kali ini kami diminta menciptakan sesuatu yang lebih kompleks: sebuah karya seni tiga dimensi yang merepresentasikan makhluk hidup.

Tantangannya bukan hanya teknis. Canopy membrane Bandung Zoo ini dirancang bukan semata sebagai peneduh, melainkan sebagai maskot dan ikon kawasan yang punya daya tarik visual kuat dari berbagai sudut pandang.

tensile membrane

Tensile membrane area ticketing Bandung Zoological Garden

Elang Jawa, Garuda dalam kehidupan nyata

Elang Jawa: Simbol yang Dipilih dengan Alasan

Desain tensile membrane Bandung Zoo terinspirasi dari Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) — spesies raptor endemik Pulau Jawa yang statusnya terancam punah di habitat aslinya. Lebih dari sekadar satwa langka, Elang Jawa adalah simbol yang dalam maknanya: banyak ahli sejarah dan budayawan meyakininya sebagai inspirasi di balik wujud Garuda Pancasila, lambang negara Indonesia.

Di lingkungan kebun binatang yang salah satu misinya adalah konservasi dan edukasi publik, memilih Elang Jawa sebagai tema desain bukan keputusan dekoratif semata. Ia membawa pesan yang relevan: bahwa satwa yang hampir punah ini layak dikenal, diingat, dan dilestarikan.

Anatomi Desain: Sayap, Ekor, dan Kepala

Seluruh bagian struktur canopy membrane Bandung Zoo dirancang untuk merepresentasikan anatomi burung secara nyata dan proporsional.

Sayap dan ekor dibentuk dari panel membrane yang dikencangkan pada rangka baja — teknik tensile membrane standar dengan pola pemotongan dan sudut tegangan yang disesuaikan agar siluet dari jauh tetap menyerupai burung yang sedang mengembangkan sayap.

Bagian kepala adalah tantangan teknis tersendiri. Tidak seperti panel membrane yang bekerja dengan prinsip tegangan bidang, kepala burung memerlukan volume tiga dimensi yang solid. Solusinya adalah sistem modular: rangka besi siku hot dip galvanize yang dilapisi material membrane Serge Ferrari sebagai cover, dirakit agar menyerupai bentuk kepala Elang Jawa secara proporsional. Hasilnya adalah elemen figuratif yang tahan cuaca dan kokoh secara struktural.

Tenda membrane Bandung Zoo ini dengan demikian menggabungkan dua teknik dalam satu proyek — tensile membrane konvensional untuk badan dan sayap, serta fabrikasi modular tiga dimensi untuk kepala burung.

Salah satu keberhasilan desain yang paling bernilai: struktur canopy membrane Bandung Zoo ini sudah terlihat jelas dari jalan raya sebelum pengunjung masuk ke area kawasan. Artinya ia berfungsi ganda — sebagai pelindung fungsional di zona ticketing, sekaligus sebagai landmark visual yang secara pasif menarik perhatian orang yang melintas.

Dalam konteks arsitektur membran, kemampuan sebuah struktur untuk berbicara dari kejauhan adalah nilai tambah yang jarang bisa dicapai sekaligus dengan fungsi utamanya.

rangka tenda membrane

Rangka kepala burung Elang Jawa

Mortent mengerjakan seluruh rangkaian proses secara terpadu — dari konsep desain, fabrikasi di workshop, hingga instalasi akhir di lokasi — sebagaimana diterapkan pada seluruh proyek membrane canopy yang kami kerjakan di berbagai kota Indonesia.

canopy membrane bandung
tensile membrane

FAQ

Apa yang membuat desain canopy membrane Bandung Zoo berbeda dari proyek membrane lainnya?
Canopy membrane Bandung Zoo menggunakan pendekatan figuratif tiga dimensi — membentuk struktur menyerupai burung Elang Jawa secara anatomi. Ini berbeda dari canopy membrane konvensional yang umumnya berbentuk bidang seperti hypar atau conic. Dibutuhkan kombinasi teknik tensile membrane dan fabrikasi modular untuk mewujudkannya.

Apa itu sistem modular pada bagian kepala burung?
Sistem modular adalah teknik konstruksi di mana bentuk tiga dimensi yang kompleks dibangun dari komponen terpisah yang dirakit di lokasi. Pada proyek canopy membrane Bandung Zoo, kepala burung dibentuk dari rangka besi siku yang dilapisi membrane, menghasilkan volume solid yang proporsional dan tahan terhadap cuaca luar ruangan jangka panjang.

Apakah Mortent bisa mengerjakan desain canopy membrane dengan bentuk khusus atau karakter tertentu?
Ya. Proyek canopy membrane Bandung Zoo adalah bukti nyata kemampuan Mortent dalam mengerjakan desain figuratif di luar bentuk-bentuk standar. Jika Anda membutuhkan canopy membrane dengan karakter visual yang kuat dan unik, konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim kami.

Apakah Mortent melayani proyek canopy membrane untuk area wisata dan fasilitas publik?
Ya. Selain tenda membrane Bandung Zoo, Mortent telah mengerjakan proyek untuk area wisata, sekolah, masjid, mall, dan berbagai fasilitas publik di lebih dari 50 kota Indonesia. Lihat portofolio lengkap di halaman proyek Mortent.

Video tahapan pekerjaan Canopy Membrane

Budgeting Calculator

Gunakan Form Budgeting ini untuk perkiraan estimasi biaya

Budgeting
Instagram
Most Viewed
© Copyright 2019 Mortent. All rights reserved.
error: Content is protected !!