- March 5, 2020
Pada awal 2000-an, istilah membrane canopy atau tensile membrane structure masih asing di Indonesia. Padahal di Eropa, struktur ini sudah dikembangkan sejak 1950-an, salah satunya dipelopori arsitek Jerman Frei Otto. Di sini, orang lebih sering menyebutnya kanopi tenda, karena atapnya memakai kain atau tarpaulin, meski bentuk dan konstruksinya jauh berbeda dari tenda biasa.
Tim di balik Mortent sudah mengerjakan tenda sejak 1980-an, termasuk tenda temporer dan pekerjaan berbahan kain dan tarpaulin. Dari situ, permintaan kanopi membran terus berdatangan.
Masalahnya, kata “tenda” langsung membuat orang membayangkan tenda pesta, tenda kemah, atau tenda bongkar-pasang. Karena itu kami memakai nama MORTENT (More Than Just Tent), yaitu kanopi tenda yang dirancang sebagai struktur permanen.





